Udah lama ga utak-atik datastream. Terakhir pake data ini waktu jaman skripsian. Iseng-iseng lihat indikator2 utama sebuah negara, eh ada data utang luar negeri Indonesia. Penasaran, jadi mau coba bandingin seberapa besar emang penambahan utang luar negeri jaman Jokowi-JK (Kuartal 1-2015 s.d. Kuartal 2-2018) jika kita bandingin era SBY-Boediono (Kuartal 1-2010 s.d. Kuartal 2-2013).

Biar lontong to lontong, dibandignin sama data PDB kuartal tersebut. Garis merah Jokowi, garis biru SBY. Kesimpulannya, emang era Jokowi utang luar negeri kita jauh lebih besar dibanding jaman SBY.

Utang luar negeri ini lah salah satu ancaman perekonomian kita saat ini, apalagi ketika rupiah terus melemah. Ketika rupiah melemah, berarti utang luar negeri kita semakin membengkak karena kita berutang dalam dolar. Pada titik tertentu, bisa nunggak alias gagal bayar. Kalo menurut OJK (2015), ketika rupiah mencapai Rp.15.000/$, sekitar 5 bank bisa bermasalah (Kompas, 12/03/2015)

Ada banyak hal kenapa jaman Jokowi-JK, utang luar negeri ini lebih besar. Alasan utamanya adalah karena ambisi infrastruktur Jokowi yang banyak pendanaannya berasal dari utang luar negeri.

Sebagai contoh, proyek tenaga listrik 35rb MW itu banyak pendanaanya dari utang luar negeri. Pada 2015, PWC, auditor external-nya PLN ketika itu memberikan penilaian wajar DENGAN PENGECUALIAN. Kenapa ada pengecualian? karena menurut aturan, PLN seharusnya mencatat seluruh utang luar negeri mereka tapi PLN menolak melakukan hal ini karena mereka masih mau ngutang lagi buat mendanai proyek2 berikutnya.

Utak-atik laporan keuangan ini dalam akuntansi dikenal dengan istilah ‘Financial Engineering’: memoles laporan keuangan biar terlihat lebih cantik. Yaaa semacam orang lagi dandan lah, kudu ditambahin bedak atau foundation biar bopeng2nya ga kelihatan. Dan utak-atik ini direstui oleh Pemerintah, Kemen BUMN & Kemenkeu (Detik 02/10/2016)

Singkat cerita, ujung2nya PWC dan PLN putus gara2 kasus ini. Kasihan, semoga kalian cepet move on dan mendapat jodoh baru. Putus memang berat, kalian pasti ga kuat, biar Dhilan aja 😦

 

Durham, 23.09.2018
Dzulfian Syafrian

Sumber:
– Data utang luar negeri & PDB, Datastream.
– Detik 02/10/2016: https://finance.detik.com/…/penjualan-listrik-naik-785-pend…
– Laporan keuangan PLN 2015/14: http://documents.worldbank.org/…/P123994-PLNs-Consolidated-…
– kompas 12/03/2015 : https://ekonomi.kompas.com/…/OJK.Jika.Rupiah.Sentuh.Rp.15.0…